PURA LUHUR PAKIYISAN

Guratan pena suci Hyang Maha Pencipta melahirkan alam dengan nuansa indah penuh makna. Sudah selayaknya manusia bersyukur, betapa besar karunia Hyang Mahapencipta. Setidaknya itulah yang ada dibenak kita, saat berada di Pura Pakiyisan. Pura Luhur Pakiyisan, berada    di tepi sungai Ho atau Yeh Ho,  yang merupakan aliran    Sungai suci dengan    rentetan pelinggih suci termasuk parahyangan Luhur Pakiyisan. Mungkin belum banyak yang tabu keberadaan pura yang satu ini. Letaknya yang    
agak masuk ke dalam, seolah menjadikan kahyangan jagat ini terlewatkan begitu saja Pura Luhur Pakiyisan,  terletak sekitar 1 km dari ibu kota kecamatan Penebel, 13 km arah kota Kabupaten Tabanan, dan 34 km arah barat laut kota Denpasar. Pura yang menghadap ke    utara ini dulunya merupakan sebuah munduk atau punden berundak,  yang kini tertata rapidalam satu kerangka kesucian.

Hingga    saat    ini,    belum    ditemukanprasasti atau purana yang mengungkaptentang keberadaan pura, sehingga sejarahpura    luhur    Pakiyisan   tidak    diketahuidengan jelas .Dilihat dari struktur pelinggih-pelinggih sebelum adanya    pemugaran,    yaitu sebagian besar terdiri dari tahta batu atau punden berundak    dengan bahan dasar berupa batu besar, maka diperkirakan pura Luhur Pakiyisan,    telah ada sejak jaman megalithikum, sekitar abad ke-9
sampai abad ke 12. Berdirinya    Pura    luhur    Pakiyisandiperkirakan    sejaman dengan pura
luhur Batukaru beserta catur lawa-nya, sepertipura luhur    besikalung, pura luhur Petali, pura luhur Tambawaras,  dan pura luhur Muncak Sari. Pura luhur Pakiyisan sendiri merupakan pesucian atau Pakiyisan darikelima pura ini. Dugaan lain menyebutkan,    pura luhur Pakiyisan berdiri pada jaman Sri Ugrasena yang memerintah pada    tahun saka 837 hingga 864 atau tahun 915 hingga 942masehi.

Bentuk tapak atau site pura, memanjang  dari utara ke selatan. Layaknya pura-pura di Bali, awal memasuki pura, kita akan melewati areal paling luar yang disebut dengan nista mandala.
Di jaba    ini    dihiasi    sebuah    bangunan pelengkap pura, yaitu bale gong. Lepas dari kanistan mandala, kita akan melewati    sebuah    candi    bentar,    dan sampai di mandala kedua, yang biasa disebut madyaning mandala. Di kiri Madya mandala, dilengkapi dua
buah bangunan pelengkap. Di sisi kiri berdiri    sebuah    pelinggih    yang    dibatasi tembok penyengker,    disebut pelinggih ratu nyoman. Menilik utama mandala    terlihat jelas keberadaan    pelinggih-pelinggih    yang sarat dengan makna kesucian. Di    pelataran    ini    berdiri    Pelinggih-pelinggih yang berada dalam satu dataran yang agak tinggi, dengan dihiasi patung dewa-dewi di sudut-sudutnya . Searah jarum jam,    pelataran    suci    ini dihiasi    beberapa    buah    pelinggih, diantaranya adalah pelinggih gangga, dan pelinggih    pesimpangan    tamblingan batukaru. Pelinggih gedong merupakan pelinggih utama pura luhur pakiyisan, dihiasi dua buah patung naga di kanan kirinya. Di sebelah gedong, berdiri pelinggih resi, bale pelik    sari pesimpangan tanah lot  pakendungan,    pelinggih    pengingkup sebuah balai pemayasan dan pewaregansuci.
Di    belakang    pelinggih utama terdapat sebuah pelataran yang dihiasi dua buahpatung naga. Pelataran ini merupakan tempat mata air yang merupakan air suci.

Disamping pelinggih utama, pura luhur Pakiyisan juga    dilengkapi    dengan tiga buah pelinggih penyangga. Pelinggih ini berada di luar pelataran pura,    namun masih ada dalam wilayah pura. Tepat di depan pura, berdiri    pelinggih sedahan sri sedana, yang berfungsi social ekonomis. Kemudian di sisi barat dan selatan berdiripelinggih ratu malen dan palinggih ratunyoman    pengadangan,    
sebagaipengamanan . Pujawali piodalan pura luhur pakiyisan,didasarkan    pada    sistim    wawaran,pertemuan panca wara dengan sapta waradan    wuku,    yaitu    pada    hari    saniscara kliwon    wuku kuningan, atau tumpek kuningan. Piodalan di pura luhur pakiyisan, dibagimenjadi dua jenis, yaitu piodalan alit dan piodalan    ageng,    dilaksanakan    secarabergantian,    kecuali    jatuh    pada    haripurnam dan tilem. Pangempon pura    luhur pakiyisan adalah krama desa pakraman babahan dengan tiga banjar    adatnya,    yaitu banjar adat babahan    kawan,    babahan tengah    dan babahan kanginan.Secara sekala niskala krama pangempon bertanggung jawab terhadap keberadaan pura,    pemeliharaan    kondisi    fisik    pura maupun. Sedangkan penyiwi pura adalah krama yang tidak    memiliki tanggung jawab penuh    terhadapan    keberadaan    pura,namun    secara sekala niskala memiliki tanggung    jawab    moral    dan    historis terhadap keberadaan  pura.

Dari    struktur    upakara    clan    upacarakeagamaannya,    pura    luhur    pakiyisan mempunyai tiga fungsi utama. Selain    sebagai " kahyangan jagat    untukmemohon keselamatan dan kerahayuan,pura    luhur    pakiyisan    juga    berfungsi sebagai ulun suwi bagi subak yang berada di    sekitar wilayah pura, seperti    subak babahan dan subak ubung. Namun fungsi    yang paling menonjol,yaitu    tempat    makiyis    bhatara    luhur Batukaru beserta Catur Lawa Ida. Menurut purana batukaru, ida bhatara sesuhunan Batukaru mesucian ke pura luhur tanah lot dan ke pura luhur Pakiyisan. Tujuannya untuk nyuciang jagat, dan nyegjegang mertha. Menurut    sejarah,    Ida    Bhatara    luhur Batukaru pernah mesucian ke pura luhur Pakiyisan    sekitar tahun    1932, melalui jalan    setapak    yang    melewati    Desamangesta.
Dinaungi hutan alami dan dibatasi sungai suci, pura    luhur pakiyisan merupakan tempat    yang    tepat memuja kebesaran Hyang Maha Pencipta.

logo bali tv

Find us on Facebook
peduli sesama bali tv

PROMO

banner balitv
NEWS
PROGRAM
blank
KRIS
Informasi seputar berita kriminal. Tayang Setiap Hari Minggu, pukul 22.05 Wita.
blank
TELEKUIS KLIP BALI
Tangga Lagu Klip Bali, setiap Minggu, 19.00 Wita.More
blank
TEMBANG BALI
Request Klip Bali dan Kirim salam, Setiap Rabu, 20.00 Wita dan Jumat, 14.30 Wita.More
blank
Dunia Otomotif
Tayangan mengenai Otomotif, tayang setiap Hari Minggu, 11.30 Wita
blank
Samatra Artis Bali
Tayangan mengenai profil artis Bali, setiap Sabtu, 17.05 Wita
blank
Dharma Wacana
Siraman Rohani Agama Hindhu, Setiap Hari, 06.00,12.05, 17.30 Wita
bali tv ad ad
Aceh TV Sriwijaya TV Bandung TV Jogja TV Cakra TV Surabaya TV bali post denposttokohbisnis bali